Blogger Tricks

Membuat Program Sederhana dan Menu Utama Program pada Visual C#

Screen Shoot Hasil Programnya

Pada Postingan kali ini tentang cara untuk membuat program sederhana dan Menu Utama pada
Program Visual C#

Tapi karena tutorialnya agak panjang saya tidak akan langsung menulis dalam blog
anda dapat mendownloadnya pada link di bawah ini


filenya berupa office word.....
eeeeiitzz dalam tutorial tersebut hampir semua saya hanya print screen saja baik itu tampilan programnya dan juga Source Codenya....

Arghhhh....kok Source Codenya juga di print Screen..padahal mau Copy /Paste :(...
hahaha untuk itulah makanya saya hanya Print Screen saja biar anda tidak Sekedar Mengcopy / Paste Code - Code tersebut...Lebih baik anda Lihat, Baca, Pahami lalu ketik Sendiri Source Codenya...

Kenapa Begitu ?? Ini agar Membantu anda juga dalam memahaminya....ea secara tidak langsung anda juga menghafal beberapa code-codenya....

Untuk lebih Jelasnya lagi dari pada saya dibilang banyak bacot...anda download, dan buka filenya wordnya saja./....

Sampai jumpah di Postingan saya Selanjutnya.....




READ MORE - Membuat Program Sederhana dan Menu Utama Program pada Visual C#

Membuat Operator Aritmatik dan Logika Berbasis Gui pada Java C#


Ini adalah Contoh hasil punya saya ?

Pada tutorial ini saya menggunakan aplikasi Visual Studio 2008....dan type pemograman yang saya pakai disini adalah C#

kita mulai dulu dengan merancang tampilannya menggunakan tools - tools yang telah di sediakan pada visual C#

  • 5 Label (namakan juduln programnya, nilai 1, dan nilai 2)
  • 4 groubBox (groupBox1 untuk menampung button aritmatika, groupBox ke 2 untuk menampung Button Logika, GroubBox3 untuk menampung proses dari hasil Aritmatika, dan Groupbox 4 untuk menampung hasil proses dari Perhitungan Logika)
  • 14 Button (namakan setiap button : + - x / % =  < > == <= >= != proses  dan clear)
  • 4 textBox (TextBox1 untuk inputan angka 1, TextBox2 untuk inputan angka 2, texbox3 untuk mengeluar hasil perhitungan dari aritmatika, dan groupBox terakhir di buat multipline untuk mengeluarkan hasil proses dari logika)

kira - kira seperti ini contohnya :

untuk mengubah nama-namanya klik pada salah satu item lalu lihat pada properties..silakan design tampilan sesuai keinginan anda....

berikut ini adalah source codenya


using System;
using System.Collections.Generic;
using System.ComponentModel;
using System.Data;
using System.Drawing;
using System.Linq;
using System.Text;
using System.Windows.Forms;

namespace tugas
{
    public partial class Form1 : Form
    {
        private double nilai1, nilai2, hasil = 0;
        private string op = "";

       
        public Form1()
        {
            InitializeComponent();
        }

        private void button1_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "+";
        }

        private void button3_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "*";
        }

        private void button5_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "%";
        }

        private void button2_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "-";
        }

        private void button4_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "/";
        }

        private void button14_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            nilai1 = double.Parse(textBox2.Text);
            nilai2 = double.Parse(textBox3.Text);
            switch (op)
            {
                case "+": hasil = nilai1 + nilai2;
                    break;
                case "*": hasil = nilai1 * nilai2;
                    break;
                case "%": hasil = nilai1 % nilai2;
                    break;
                case "-": hasil = nilai1 - nilai2;
                    break;
                case "/": hasil = nilai1 / nilai2;
                    break;
            }
           
            textBox4.Text = hasil.ToString();
        }

        private void Form1_Load(object sender, EventArgs e)
        {
            textBox4.Enabled = true;
        }

        private void button6_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = ">";
           

        }

        private void button7_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "<";
          
        }

        private void button8_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "==";
        }

        private void button9_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = ">=";
        }

        private void button10_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "<=";
        }

        private void button11_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            op = "!=";
        }

        private void button12_Click(object sender, EventArgs e)
        {

            bool kondisi1, kondisi2,kondisi3,kondisi4,kondisi5,kondisi6;
            kondisi1 = nilai1 > nilai2;
            kondisi2 = nilai1 < nilai2;
            kondisi3 = nilai1 == nilai2;
            kondisi4 = nilai1 >= nilai2;
            kondisi5 = nilai1 <= nilai2;
            kondisi6 = nilai1 != nilai2;

            switch (op)
            {
                case ">" : richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Lebih Besar " + nilai2 + " : " + kondisi1);
                    break;
                case "<" : richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Lebih Kecil " + nilai2 + " : " + kondisi2);
                    break;
                case "==": richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Sama Dengan " + nilai2 + " : " + kondisi3);
                    break;
                case ">=": richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Lebih Kecil Sama Dengan " + nilai2 + " : " + kondisi4);
                    break;
                case "<=": richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Lebih Besar Sama Dengan " + nilai2 + " : " + kondisi5);
                    break;
                 case "!=": richTextBox1.Text = (" Apakah Angka " + nilai1 + " Tidak Sama Dengan " + nilai2 + " : " + kondisi6);
                    break;

        }
           
        

        }

        private void button13_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            textBox2.Clear();
            textBox3.Clear();
            textBox4.Clear();
            richTextBox1.Clear();



        }

        private void pictureBox1_Click(object sender, EventArgs e)
        {

        }
    }
}

liat baik-baik source codenya jangan asal maen copy paste saja...nnti ngak jadi lagi :D setiap button mempunyai variable dan perintahnya masing-masing.....
ok jumpa lagi di tutorial selanjutnya :)...senangnya bisa berbagi bersama anda.
READ MORE - Membuat Operator Aritmatik dan Logika Berbasis Gui pada Java C#

TUGAS I PERIKLANAN (Bernard R.F. Nay)

















Tentunya sudah tidak asing lagi ditelingga kalian dengan yang namanya Iklan.........
tapi tahukah anda...pengertian dari iklan ? sejarah? fungsi dan tujuannya?

pada postingan kali ini saya akan menjelaskannya secara singkat,padat dan jelas tentang periklanan itu sendiri.

PENGERTIAN PERIKLANAN









Banyak yang memiliki definisi masing-masing tentang pengertian periklanan, menurut saya iklan adalah suatu pesan atau informasi yang bersifat bujukan kepada masyarakat melalui suatu media
namun parah ahli mempunyai definisi yang berbeda - beda :

periklanan menurut Fandy Tjiptono (2005:226) mengatakan bahwa: “Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keungulan atau ke untungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian”.  

 Sedangkan menurut otler & Keller yang dialih bahasakan oleh Benyamin Molan (2007:244) Iklan adalah segala bentuk presentasi nonpribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. 

Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar. Apabila hal itu terjadi maka industri dan perekonomian modern pasti akan lumpuh. Apabila sebuah perusahaan ingin mempertahankan tingkat keuntungannya, maka ia harus melangsungkan kegiatan periklanan secara memadai dan terus-menerus.

 SEJARAH PERIKLANAN 






  

copy :wikipedia.org

4000sm
Mesir menggunakan papirus untuk membuat pesan penjualan dan poster-poster. pesan Komersial dan menampilkan kampanye politik telah ditemukan di reruntuhan Pompeii dan kuno Saudi . Hilang dan menemukan iklan di papirus yang umum di Yunani Kuno dan Romawi Kuno .Lukisan dinding atau batu untuk iklan komersial merupakan manifestasi lain dari bentuk iklan kuno, yang hadir untuk hari ini di banyak bagian Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.Tradisi lukisan dinding dapat ditelusuri kembali ke India seni batuan lukisan yang tanggal kembali ke 4000 SM. Sejarah memberitahu kita bahwa Out-rumah iklan- dan billboard merupakan bentuk tertua iklan.
Sebagai kota dan kota-kota Abad Pertengahan mulai tumbuh, dan masyarakat umum tidak dapat membaca, tanda-tanda bahwa hari ini akan berkata tukang sepatu, miller, penjahit atau pandai besi akan menggunakan gambar yang berhubungan dengan perdagangan mereka seperti boot, jas, topi, jam, berlian, sepatu kuda, lilin atau bahkan tas tepung.Buah-buahan dan sayuran yang dijual di alun-alun kota dari belakang gerobak dan wagon dan pemilik mereka digunakan penelepon jalanan ( criers kota ) untuk mengumumkan keberadaan mereka untuk kenyamanan pelanggan.

Abad ke 17

Pendidikan menjadi kebutuhan yang sangat penting terutama dalam membaca, serta pencetakan, lalu iklan semakin dikembangkan dan diperluas untuk mencakup selebaran.Pada abad ke-17 iklan mulai muncul di koran mingguan di Inggris. Iklan cetak awal ini digunakan terutama untuk mempromosikan buku dan surat kabar, yang menjadi semakin terjangkau dengan kemajuan di percetakan , dan obat-obatan, yang semakin dicari sebagai penyakit rusak Eropa Namun, karena adnya iklan palsu dan apa yang disebut dukun , iklan menjadi masalah, yang diantar dalam regulasi konten iklan.
Sebagai perekonomian diperluas selama abad 19, periklanan tumbuh bersama.Di Amerika Serikat, keberhasilan ini format iklan akhirnya mengarah pada pertumbuhan periklanan mail-order.

Abad 18

koran Prancis La Presse adalah yang membuat program iklan yang dibayar di perhalaman-halamannya, yang memungkinkan untuk menurunkan harga, memperluas pembaca dan meningkatkan perusahaan profitabilitas dan formula itu segera ditiru oleh semua judul. Sekitar tahun 1840, Volney B. Palmer membentuk akar biro iklan modern di Philadelphia. Pada tahun 1842 jumlah besar Palmer membeli ruang di berbagai surat kabar pada tarif diskon kemudian dijual kembali ruang di tingkat yang lebih tinggi kepada pengiklanIklan]] aktual-salinan, tata letak, dan karya seni-adalah terhenti disiapkan oleh perusahaan yang ingin beriklan, yang berlaku, Palmer adalah seorang broker ruang.Keadaan berubah di akhir abad 19 ketika badan iklan NW Ayer & Son didirikan. Ayer dan Anak ditawarkan untuk merencanakan, membuat, dan melaksanakan kampanye iklan lengkap untuk pelanggannya. Pada tahun 1900 biro iklan telah menjadi titik fokus perencanaan kreatif, dan iklan kokoh sebagai sebuah profesi. Sekitar waktu yang sama, di Perancis, Charles-Louis Havas memperpanjang jasa kantor berita itu, untuk memasukkan iklan broker, sehingga kelompok Prancis pertama yang mengatur. Pada awalnya, lembaga yang broker untuk ruang iklan di koran. NW Ayer & Son adalah lembaga layanan penuh pertama yang bertanggung jawab atas isi iklan. 1895 iklan untuk sebuah produk berat badan.
Pada pergantian abad ini, ada beberapa pilihan karir bagi perempuan dalam bisnis, namun, iklan adalah salah satu dari sedikit. Karena perempuan bertanggung jawab untuk sebagian besar pembelian kebutuhan rumah tangga mereka masing - masing, pengiklan dan lembaga yang diakui nilai's wawasan perempuan
iklan terus semakin berkembang, terutama dari segi kreatifitas .Bahkan, periklanan Amerika pertama yang menggunakan menjual seksual diciptakan oleh seorang wanita - untuk produk sabun. Meskipun jinak oleh standar-standar hari ini, iklan ini menampilkan pasangan dengan pesan "Kulit kamu mencintai menyentuh".

Awal 1920-an

Pada awal 1920-an, stasiun radio pertama didirikan oleh produsen peralatan radio dan pengecer yang menawarkan program dalam rangka untuk menjual radio lebih kepada konsumen. Seiring waktu berlalu, banyak organisasi nirlaba mengikuti dalam mendirikan stasiun radio mereka sendiri, dan termasuk:, klub dan kemasyarakatan. Kelompok sekolah Ketika praktek mensponsori program dipopulerkan, masing-masing program radio individu biasanya disponsori oleh pembisnis tunggal dalam pertukaran untuk menyebutkan nama singkat bisnis mereka di bagian awal dan akhir yang menunjukkan disponsori olehnya.Namun, pemilik stasiun radio segera menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang dengan menjual hak sponsor dalam alokasi waktu kecil untuk beberapa bisnis di seluruh siaran stasiun radio mereka, daripada menjual hak sponsor untuk bisnis tunggal per show.
Praktek ini dilakukan ke televisi di akhir 1940-an dan awal 1950-an. Sebuah pertempuran sengit terjadi antara mereka yang mencari untuk mengkomersilkan radio dan orang-orang yang berpendapat bahwa spektrum radio harus dianggap sebagai bagian dari commons - untuk digunakan hanya non-komersial dan untuk kebaikan masyarakat.Kerajaan Serikat mengejar model pendanaan publik untuk BBC, awalnya sebuah perusahaan swasta, British Broadcasting Company , tetapi dimasukkan sebagai badan publik oleh Royal Charter pada tahun 1927. Di Kanada, para pendukung seperti Graham Spry yang juga dapat membujuk pemerintah federal untuk mengadopsi model pendanaan publik, menciptakan Canadian Broadcasting Corporation. Namun, di Amerika Serikat, model kapitalis menang dengan petikan dari Undang-Undang Komunikasi tahun 1934 yang menciptakan Komisi Komunikasi Federal . Namun, Kongres AS memang membutuhkan lembaga penyiaran komersial untuk beroperasi pada kepentingan umum kenyamanan, dan kebutuhan . penyiaran Publik sekarang ada di Amerika Serikat karena tahun 1967 Undang-Undang Penyiaran Publik yang mengarah pada Public Broadcasting Service dan National Public Radio

Awal 1950

Pada awal tahun 1950, DuMont Television Network mulai meluncurkan program modern yang menjual iklan dalam hitungan waktu kepada beberapa sponsor. Sebelumnya, DuMont telah kesulitan mencari sponsor bagi banyak tentang program dan dikompensasi dengan menjual blok kecil waktu iklan untuk beberapa bisnis. Hal ini akhirnya menjadi standar untuk industri televisi komersial di Amerika Serikat.Namun, itu masih praktek umum untuk memiliki menunjukkan sponsor tunggal, seperti Amerika Serikat Steel Jam. Dalam beberapa kasus sponsor dilaksanakan kontrol yang besar atas isi dari pertunjukan-sampai dengan dan termasuk memiliki agency periklanan seseorang benar-benar menulis pertunjukan.
Akhir 1980-an dan awal 1990-an melihat pengenalan televisi kabel dan khususnya MTV . Merintis konsep video musik , MTV diantar dalam jenis baru iklan: tunes konsumen dalam untuk pesan iklan, daripada ia menjadi oleh-produk atau ketinggalan zaman. Sebagai kabel dan televisi satelit menjadi semakin umum, saluran khusus muncul, termasuk saluran seluruhnya dikhususkan untuk iklan , seperti QVC , Home Shopping Network , dan ShopTV Kanada.
Pemasaran melalui internet membuka batas baru bagi pengiklan dan memberikan kontribusi kepada " dot-com boom "tahun 1990-an. Seluruh perusahaan semata-mata dioperasikan pada pendapatan iklan, yang menawarkan segala sesuatu dari kupon untuk mengakses internet gratis. Pada pergantian abad ke-21, sejumlah situs termasuk mesin pencari Google , memulai perubahan dalam iklan online dengan menekankan kontekstual yang relevan, iklan tidak mengganggu dimaksudkan untuk membantu, daripada membanjiri, pengguna. Hal ini mengakibatkan sejumlah besar upaya sejenis dan kecenderungan peningkatan iklan interaktif .
Bagian dari belanja iklan relatif terhadap PDB telah berubah sedikit di seluruh perubahan besar dalam media . Sebagai contoh, di Amerika Serikat pada 1925, media iklan utamanya adalah koran, majalah, tanda-tanda pada trem , dan outdoor poster . Pada tahun 1998, televisi dan radio sudah menjadi media periklanan besar. Meskipun demikian, belanja iklan sebagai bagian dari PDB sedikit lebih rendah sekitar 2,4 persen.
Sebuah inovasi iklan terbaru adalah " gerilya marketing ", yang melibatkan pendekatan yang tidak biasa seperti menggelar pertemuan di tempat umum, hadiah produk seperti mobil yang ditutupi dengan pesan merek, dan iklan interaktif dimana penonton dapat merespon menjadi bagian dari pesan iklan . periklanan gerilya meningkat menjadi lebih populer dengan banyak perusahaan. Jenis iklan ini tidak terduga dan inovatif, yang menyebabkan konsumen untuk membeli produk atau ide. Hal ini mencerminkan kecenderungan meningkatnya interaktif dan "tertanam" iklan, seperti melalui penempatan produk , memiliki suara konsumen melalui pesan teks , dan berbagai inovasi memanfaatkan layanan jaringan sosial seperti Facebook .

Sejarah Iklan di Indonesia
Jan Pieterzoon Coen adalah nama yang tidak asing di dunia periklanan di Indonesia Diya adalah tokoh periklanan dan menjabat sebagai gubernur jendral hindia belanda. Bahkan Jan Pieterzoon Coen menjadi penerbit dari Bataviasche novelle, surat kabar surat kabar pertama di Indonesia yang terbit pada tahun 1744. Jan Pieterzoon Coen membuktikan bahwa hakekatnya untuk produk barunya antara berita dengan iklana tidak ada bedanya, berita pun dapat di sampaikan dengan metode dan teknik periklanan.

Antara tahun 1868-1912 batavia dan orang orang eropa telah memiliki 14 penerbita pers, perusahaan periklanannya pun juga sudah di kelola oleh orang orang cina atau pribum, maka dengan sendirinya bahasan- bahasan tokoh periklanan di Indonesia sangat cenderung tidak ada karena memang dulu masa hindia belanda belum ada pemisahan antara fungsi-funfsi penerbit,percetakan dan perusahaan periklanan. Dengan sendirinya bahasan mengenai tokoh-tokoh periklanan di Indonesia sangatlah hilang begitu saja karena di masa itu yaitu hindia-belanda memang belum ada pemisah yang jelas antara fungsi fungsi penerbit, percetakan dan perusahaan periklanan.

Tiga serangkai ini juga tidak luput dari sejarah periklanan di Indonesia karena di sini diya dapat menularkan ilmu atau pengalaman yang dapat di tangkap atau di contor para masyarakat pribumi dan keturunan cina tokoh ketiga tersebut adalah F. Van Bemmel, Is. Van Mens dan Cor van Deutekom, dan ketiga orang dating di biayai oleh BPM (Bataafsche Petroleum aatschappij) dan bergabung dengan perusahaan terbesar saat ini yaitu surat kabar De Locomotief dan terbit sejak tahun 1870 di Semarang.

CA Kruseman lulusan sekolah dagang snabruck, Rotterdam tokoh ini berperan penting juga dalam periklanan diya adalah pengelola perusahaan periklanan HM van Drop yang juga memiliki percetakan surat kabar Java-Bode, CA Kruseman diya ini juga di datangkan dari belanda.


Pada abad 19 bermunculan perusahaan-perusahaan yang di kelola oleh kelompok cina, karena pada tahun 1890 terjadi resesi ekonomi yang melanda dunia yang dampaknya sangat buruk bagi dunia usaha.dan peluang ini di manfaatkan oleh kelompok cina yang pelopornya adalah Yap Goan Ho, diya adalah sebelumnya adalah copywriter di perusahaan De Locomotief dan nama perusahaan iklan bernama Yap Goan Ho namun sayang perusahaan iklan ini hanya bertahan tiga tahun(1888-1891).

Tokoh periklanan yang berasal dari luar jawa yaitu Kadhool ternyata diya juga mantan penulis naskah di perusahaan periklanan De Locomotief, Kahool juga memiliki perusahaan iklan bernama Firma Tie Ping Goan yang di kelola dan di miliki sendiri. Ping Goan umumnya dipesan oleh suratkabar Tjaja Sumatra yang terbit dari tahun 1899-1933 di Sumatera Timur (sekarang Riau). Produk yang di tangani kebanyakan adalah hotel.

Pada tahun 1906 muncul NV Medan Prijaji di pimpin oleh Rm Tirto Adisoerjo yang beredar di Batavia,bogor, dan bandung. Surat kabar ini memuat berita-berita politik yang di dalamnya kebonrokan sistem kolonial dan member perlindungan hokum bagi rakyat pribumi tatapi karena surat kabar ini juga membutuhkan biaya untuk produksinya maka memerlukan perusahaan iklan dan Raden Goenawan yang di beri kekuasaan untuk mengolah perusahaan iklan Medan Prijaji

Tjokroamidjojo adalah tokoh yang sangat di perhitungkan karena dapat menerbitkan surat kabar yang cukup relative lama(1914-1924) dan mampu merauk keuntungan yang lumayan Tjokroamidjojo adalah memimpin organisasi yang sangat terkenal di jaman dahulu yaitu Serikat Dagang Islam, dan menerbitkan surat kabar Sinar Djawa. Pasang surut laba Djawa di akibatkan perang dunia ke I, dan mulai tahun ini bermunculan tokoh tokoh pribumi di dunia periklanan.

Sedangkan M.Sastrosiitojo memiliki dan mengelola perusahaan periklanan ini dengan mengkhususkan iklan-iklan dan produknya terutama buku dan di iklannya pun khusus bahasa jawa namun seiring perkembanganya jaman perusahaan periklanan milik M.Sastrosiitojo penghasilanya bukan hanya dari iklan tetapi diya mendapat dukungan dari pengusaha batik di solo milik Hadji Misbach.dan ini lah salah satu perusahaan periklanan sepesialis iklan buku jawa.

Selanjutnya adalah pengolahan iklan asosiasi adalah Abdoel Moeis ia menjadi pemimpin di sebuah perusahaan periklanan NV Neratja. Dan produk di dalamnya adalah mengiklankan perusahaan-perusahaan gula, hasil dari keuntungannya di gunakan untuk mendirikan perusahaan periklanan dan perusahaan penerbitan di sumatra timur dampak depresi ekonomi tahun 1930 kemudian juga ikut membunuh kedua perusahaan ini.


Pakar iklan pasca depresi Liem Kha Tong sekaligus menjadi pelopor bangkitnya kembali periklanan di hindia belanda pasca depresi di hindia belanda Untuk membangkitkan minat perusahaannya sendiri kemudian memasang iklan. Naskah iklannya sangat terkenal, berbunyi

Toekang iklan bikin reclame
Toekang sajoer bikin reclame
Post kantoor perloe reclame
Kantoor telefon perloe reclame
Bank-bank perloe djoega reclame
Apa toean sadja tidak perloe?

Di bawah judul “Advertentie (periklanan) dan Perdagangan”

Advertentie poenja kaperloean soedah kentara,
kerna advertentie perloenja boeat perkenalken barang-barang dagangan kita pada publiek. Kaloe barang jang kita dagangken tidak dikenal, bagaimana bisa dapatken pembeli?

Selanjutnya perusahaan periklanan yang seukses di bandung adalah Joedoprajitno diya juga pemilik dan pengelola perusahaan periklanan yang berjama Jupiter di pekalongan dan bangkrtut pada tahun 1930, . Pada tahun yang sama Joedoprajitno mengambil ahli perusahaan, Kiat sukses bisnisnya yang terkenal dimuat di harian Sipatahoenan edisi 3 Juni 1936, yaitu :

Sikap sombong diboewang djaoe-djaoe;
Haroes poenjaken Kesabaran dalem segala hal;
dan Dengan apa kaoe aken bisa naek di tangga doenia

Memberi kiat di masa resesi adalah S. Soemodihardjo yang memimpin perusahaan periklanan Economie Blad.sebagai pemimpin perusahaaan bidang pemasaran milik ayahnya di solo. Dalam hal periklanan, ia sering berbicara tentang “periklanan” sebagai suatu ilmu pengetahuan yang “baru” untuk mencapai ekonomisasi yang tinggi.

Pencipta slogan perjuangan pada tahun 1930 tokoh yang bernama Hendromartono diya adalalah pemilik perusahaan periklanan yang bernaman Mardi Hoetomo di Semarang, tokoh satu ini sangan dekat sekali dengan yang namanya selogan pada tahun 1942 diya menciptakan slogan yang berbunyai” Boeng, Ayo Boeng” pada tahun itu pula terjadi penyerbuan tentara jepang dan tahun 1950 di gunakan oleh sebuah perusahaan rokok di jawa timur.

Muhammad Napis adalah Ketua PBRI(Persatuan Biro Reklame Indonesia) sejak 1956 hingga 1972, dan sejak umur 27 pada tahun 1952 di umurnya yang cukum muda diya sudah mendirikan perusahaan sekaligus derektur utamanya di CV Bhinneka Advertising Services hingga tahun 1972. Dan juga mendirikan perseroan terbatas yang bernama Advertising Inter Media (AIM), dan tetap sebagai Direktur Utama hingga tahun 1978. Hingga saat ini masih memegang peranan penting di dunia periklanan antara lain Direktur Eksekutif PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), tahun 1980-1983; General Manager BPPP (Badan Penyalur dan Pemerataan Periklanan) Pusat, sejak 1981; Sekretaris Tetap Komisi Tata-Krama dan Tata-Cara Periklanan Indonesia, sejak 1981; dan Ketua Pelaksana Harian Badan pengawas Tata-Krama dan Tata-Cara Periklanan PPPI, sejak 1992.

Tokoh periklanan modern yakitu adalah Nuradi. Lahir di Jakarta, tanggal 10 Mei 1926, kalu yang satu ini hebatnya yakitu diya tidak mengenyam pendidikna formal di bidang periklanan namun Tahun 1946-1948 ia masuk Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (darurat) namun tahun berikutnya dia melanjutkan kuliah di amerik serikat dan jadi oarng pertama yang di terima di Foreign Service Institute, US State Department, Washington DC. Tahun 1961-1962 mengikuti Management Training Course di SH Benson,London,perusahaan periklanan terbesar di Eropa saat itu. Dan saat pulang keJakarta mendirikan perusahaan periklanan yaitu InterVista Advertising.

Merintis periklanan di Tv, keberadaan Tv di Indonesia pada tahun 1962 bulan agustus, InterVisa tercatat sebagai perintis masuknya iklan-iklan komersial di TVRI, Menurut Nuradi, kekuatan InterVista terletak justru pada akar budidaya Indonesianya. Pendapat ini mungkin benar, kalau kita perhatikan beberapa slogan yang diciptakan InterVista, seperti:

Produk susu kental manis; Indomilk sedaaap.

Produk bir; Bir Anker. Ini Bir Baru, Ini Baru Bir.

roduk rokok putih; Makin mesra dengan Mascot.

Produk skuter; Lebih baik naik Vespa

Kerja sama dengan Asing, mengenai masalah kerja sama asing sendiri nurdin sangat kuat sekali mempertahankan ke indonesiaanya: . Ini bisa mengantjam pertumbuhan pers nasional”, katanya, dan “biro-biro iklan internasional yang berkeliaran di Jakarta dalam waktu dekat bisa memaksa pers di Indonesia mendjadi sematjam djuru-bitjara kaum industrialis besar”, lanjutnya.*(Majalah Tempo, 25 Maret 1972) sedangkan pada saat itu terjadi peristiwa yang namnaya anti iklan asing pada perusahaan iklan di Indonesia tetapi penggunaan tenaga kerja asing masih di mungkin kan mengigat semuanya belum di isi olah orang indonesia dan contoh jabatan yang saat into belum bisa/ belum di anggap untuk menangani jabatan tersebut adalah: Advertising Consultant (konsultan periklanan di perusahaan periklanan), Advertising Technical Adviser (penasehat teknis di perusahaan periklanan), dan Advertising Manager (manajer periklanan di perusahaan pengiklan).
Nuradi menduga, hingga awal tahun 1970, urutan peningkat omset perusahaan-perusahaan
periklanan adalah; Lintas, indo-Ad, Matari dan InterVista sendiri.


 

 FUNGSI DAN TUJUAN PERIKLANAN

 Pada awalnya, fungsi iklan hanyalah salah satu jalan untuk memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, iklan menjadi badian terpenting untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Selain untuk mempengaruhi konsumen melalui materi dan visualisasinya, iklan juga digunakan untuk mempertahankan konsumen yang sudah menggunakan produk tersebut agar tetap menggunakannya. Berikut ini beberapa fungsi iklan dalam kehidupan manusia.
 

- Sebagai Sumber Informasi.

- Sebagai Kegiatan Ekonomi

- Sebagai Pembagi Beban Biaya

- Sebagai Sumber Dana Media

- Sebagai Identitas Produsen

- Sebagai Saran Control Kualitas Barang

 

TUJUAN PERIKLANAN

- Menciptakan Pengenalan Merek Produk

- Mengkomunikasikan Konsep Produk

- Mendorong Khalayak Umum Untuk Mencoba

- Mendukung Terjadinya Penjualan

- Membina Loyalitas Konsumen

- Mengumumkan Cara Baru pemanfaatan

- Meningkatkan citra           

READ MORE - TUGAS I PERIKLANAN (Bernard R.F. Nay)

TUGAS I (Teknik Kompilasi)


Hallo....jumpa lagi dalam tugas - tugas kampus...:D
kali ini tugas pertama dari mata kuliah teknik kompilasi....
na dalam tugas ini kita disuruh menjelaskan tentang analisis dalam teknik kompilasi, dalam hal ini ada 3 jenis analisis yaitu:
1.Analisis Leksikal
2. Analisis Sintaksis atau Sintaks
3.Analisis Simantik

saya lngsung saja jelaskan berhubung keyboard saya rusak dan ini saya lagi pakai keyboarrd on screen punya windows maka saya langsung jelaskan saja -_-
 
Analisis Leksikal/Analisis Linier/Pembacaan Sekilas (Scanner)

Dalam kaitan ini aliran karakter yang membentuk program sumber dibaca dari kiri ke kanan dan dikelompokkan dalam apa yang disebut token yaitu barisan dari karakter yang dalam suatu kesatuan mempunyai suatu arti tersendiri. Analisis ini melakukan penerjemahan masukan menjadi bentuk yang lebih berguna untuk tahap-tahap kompilasi berikutnya.
Analisis Leksikal merupakan antarmuka antara kode program sumber dan analisis sintaktik (parser). Scanner melakukan pemeriksaan karakter per karakter pada teks masukan, memecah sumber program menjadi bagian-bagian disebut Token.

Analisis Leksikal mengerjakan pengelompokkan urutan-urutan karakter ke dalam komponen pokok: identifier, delimeter, simbol-simbol operator, angka, keyword, noise word, blank, komentar, dan seterusnya menghasilkan suatu Token Leksikal yang akan digunakan pada Analisis Sintaktik.
Model dasar untuk membentuk suatu Analisis Leksikal adalah Finite-State Automata.

2 aspek penting pembuatan Analisis Leksikal adalah:
- Menentukan token-token bahasa.
- Mengenali token-token bahasa dari program sumber.

Token-token dihasilkan dengan cara memisahkan program sumber tersebut dilewatkan ke parser
Analisis Leksikal harus mengirim token ke parser. Untuk mengirim token, scanner harus mengisolasi barisan karakter pada teks sumber yang merupakan 1 token valid. Scanner juga menyingkirkan informasi seperti komentar, blank, batas-batas baris dan lain-lain yang tidak penting (tidak mempunyai arti) bagi parsing dan Code Generator.
Scanner juga harus dapat mengidentifikasi token secara lengkap dan membedakan keyword dan identifier. Untuk itu scanner memerlukan tabel simbol. Scanner memasukkan identifier ke tabel simbol, memasukkan konstanta literal dan numerik ke tabel simbol sendiri setelah konversi menjadi bentuk internal.
Analisis Leksikal merupakan komponen kompilasi independen yang berkomunikasi dengan parser lewat antarmuka yang terdefinisi bagus dan sederhana sehingga pemeliharaan analisis leksikal menjadi lebih mudah dimana perubahan-perubahan terhadap analisis leksikal tidak berdampak pada pengubahan kompilator secara keseluruhan.
Agar dapat memperoleh fitur ini, maka antarmuka harus tidak berubah. Kebanyakan kode yang menyusun analisis leksikal adalah sama untuk seluruh kompilator, tidak peduli bahasa.

Pada analisis leksikal yang dituntun tabel (table-driven lexical analyzer), maka satu-satunya yang berubah adalah tabel itu sendiri.
Kadang diperlukan interaksi analisis leksikal dan analisis sintaktik yang lebih kompleks. Sehingga analisis leksikal harus dapat menganggap string sebagai token bertipe, bukan identifier.
Untuk itu perlu komunikasi tingkat lebih tinggi yang biasanya dilakukan suatu struktur data dipakai bersama seperti tabel simbol.
Analisis Sintaktik dapat memasukkan string ke tabel simbol, mengidentifikasi sebagai Type atau typedef, sehingga analisis leksikal dapat memeriksa tabel simbol untuk menentukan apakah lexeme adalah tipe token atau identifier.

Tugas-tugas Analisis leksikal
1. Konversi Program Sumber Menjadi Barisan Token Mengubah program sumber yang dipandang sebagai barisan byte/karakter menjadi token

2. Menangani Kerumitan Sistem Masukkan/Keluaran Karena analisis leksikal biasanya berhubungan langsung dengan kode sumber yang diwadahi file, maka analisis leksikal juga bertindak sebagai benteng untuk komponen-komponen lain di kompilator dalam mengatasi keanehan-keanehan sistem masukkan/keluaran sistem operasi dan sistem komputer.
Optimasi perlu dilakukan agar analisis leksikal membaca karakter degan sekaligus membaca sejumlah besar bagian file. Perangkat masukkan/keluaran benar-benar diisolasi agar tidak terlihat oleh parser dan komponen-komponen kompilator yang lain.

Tugas-tugas tambahan Analisis Leksikal
1. Penghilangan komentar dan whitespace (tab,spasi,karakter lainnya) Tindakan housekeeping dilakukan scanner sehingga mengisolasikan dari parser dan komponen-komponen kompilator lain. Peran ini menyederhanakan perancangan parser (dan grammar bahasa pemrograman). Scanner juga mencatat nomor baris saat itu sehingga penanganan kesalahan yang cerdas dapat mengirim pesan kesalahan dengan lebih akurat.

2. Konversi literal/konstanta numerik menjadi tipe data tertentu Analisis leksikal dapat mengirim token, dan nilainya. Nilai ini biasa disebut atribut.  Namun demikian, bila analisis leksikal ditambahin dengan tugas-tugas tambahan yang terlalu banyak juga akan menjadi tidak baik. Karena itu membatasi analisis leksikal hanya untuk melakukan tugas pengenalan pola token (ditambah membuang komentar) adalah mempermudah pemeliharaan.


Tahap Pelaksanaan Analisis Leksikal
- Pada single one pass
Terjadi interaksi antara scanner dan parser. Sacnner dipanggil saat parser memerlukan token berikutnya. Pendekatan ini lebih baik karena bentuk internal program sumber yang lengkap tidak perlu dibangun dan disimpan di memori sebelum parsing dimulai.

- Pada separate pass
  Scanner memproses secara terpisah, dilakukan sebelum parsing. Hasil scanner disimpan dalamfile. Dari file tersebut, parsing melakukan kegiatannya. Scanner mengirim nilai-nilai integer yang mempresentasikan bentuk internal token, bukan nilai-nilai string. Keunggulan cara ini adalah ukurannya kecil dan tetap. Parser sangat lebih efisien bekerja dengan nilai integer yang mempresentasikan simbol daripada string nyata dengan panjang variabel.


Implementasi Analisis Leksikal
1. Pengenalan Token
- Scanner harus dapat mengenali token
- Terlebih dahulu dideskripsikan token-token yang harus dikenali

2. Pendeskripsian Token
- Menggunakan reguler grammar. Menspesifikasikan aturan-aturan pembangkit token-token dengan kelemahan reguler grammar menspesifikasikan token berbentuk pembangkit, sedang scanner perlu bentuk pengenalan.
-   Menggunakan ekspresi grammar. Menspesifikasikan token-token dengan ekspresi reguler.
-  Model matematis yang dapat memodelkan pengenalan adalah finite-state acceptor (FSA) atau finite automata.

3. Implementasi Analisis Leksikal sebagai Finite Automata
Pada pemodelan analisis leksikal sebagai pengenal yang menerapkan finite automata, analisis leksikal tidak cuma hanya melakukan mengatakan YA atau TIDAK. Dengan demikian selain pengenal, maka analisis leksikal juga melakukan aksi-aksi tambahan yang diasosiasikan dengan string yangsedang diolah.
Analisis leksikal dapat dibangun dengan menumpangkan pada konsep pengenal yang berupa finite automata dengan cara menspesifikasikan rutin-rutin (aksi-aksi) tertentu terhadap string yang sedang dikenali.

4. Penanganan Kesalahan di Analisis Leksikal
Hanya sedikit kesalahan yang diidentifikasi di analisis leksikal secara mandiri karena analisis leksikal benar-benar merupakan pandangan sangat lokal terhadap program sumber. Bila ditemui situasi dimana analisis leksikal tidak mampu melanjutkan proses karena tidak ada pola token yang cocok, maka terdapat beragam alternatif pemulihan. yaitu:
- "Panic mode" dengan menghapus karakter-karakter berikutnya sampai analisis leksika menemukan token yang terdefinisi bagus
- Menyisipkan karakter yang hilang
- Mengganti karakter yang salah dengan karakter yang benar
- Mentransposisikan 2 karakter yang bersebelahan.
Salah satu cara untuk menemukan kesalahan-kesalahan di program adalah menghitung jumlah transformasi kesalahan minimum yang diperlukan untuk mentransformasikan program yang salah menjadi program yag secara sintaks benar.

Input Buffering
Perancangan analisis leksikal seharusnya dapat membuat buffering masukkan yang membantu mempercepat proses pembacaan dari file serta mempunyai fleksibelitas yang tinggi agar analisis leksikal tidak bergantung platform sehingga mempunyai portabilitas yang tinggi.
 
Operator dan Delimineter
  1. Operator aritmatika ( +, -, *, /
  2. Operator logika (<, =, >, <=, >=, !=, <>)
  3. Delimiter berguna sebagai pemisah atau pembatas, contoh:
  4. Karakter sebagai berikut ( ) { } ; . , :
  5. Karakter white space.

  Analisis Sintaksis atau Sintaks
Analisis sintak lebih sering disebut penguraian (parsing). Tujuan utama dari analisis sintak adalah memeriksa apakah urutan token-token yang dihasilkan sesuai dengan tata bahasa dari bahasa yang bersangkutan. Misalnya bahasa C mengenal kalimat: jumlah++; yang berarti menaikkan harga variabel jumlah dengan angka satu. Tetapi kalimat di atas akan salah jika dikompilasi dengan kompilator bahasa Pascal, karena tidak sesuai dengan tata bahasa Pascal.

Dalam analisis sintak, tata bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan aturan sintak suatu bahasa disebut tata bahasa bebas konteks (Context Free Grammar). Tata bahasa ini memiliki empat komponen penting yaitu himpunan simbol terminal, himpunan non-terminal, himpunan produksi dan simbol awal. Dalam bahasa pemrograman, yang disebut terminal adalah token. Contoh terminal adalah token. Contoh token misalnya kata kunci (keyword) if, while, dan identifier serta bilangan. Sedangkan non-terminal merupakan variabel-variabel sintak yang menyatakan himpunan terminal maupun non-terminal. Dalam proses parsing terjadi proses penggantian suatu non terminal dengan sederetan himpunan non terminal dan terminal yang berada dalam sisi kanan produksnya. Proses ini disebut sebagai derivasi. Contohnya non-terminal if_stmt merupakan himpunan terminal if, then, else, dan non-terminal expr dan stmt, yang membentuk aturan produksi : if_stmt ?? if expr then stmt else stmt. Dari semua simbol non-terminal yang digunakan, ada satu simbol yang bertindak sebagai simbol awal, yaitu simbol yang pertama kali diderivasi. Aturan produksi menggambarkan bagaimana kombinasi non-terminal dan terminal yang benar menurut tata bahasa yanbg bersangkutan. Dalam proses penguraian, token-token yang dihasilkan dalam analisis leksikal dibentuk menjadi pohon urai (parse tree).

Pohon urai merupakan hasil derivasi dari aturan –aturan produksi.
Ada dua jenis derivasi, yaitu derivasi terkiri (Left Most Derivation) dan derivasi terkanan (Right Most Derivation). Derivasi terkiri akan menderivasi suatu aturan produksi mulai dari non-terminal yang paling kiri. Sedangkan derivasi terkanan akan menderivasi suatu aturan produksi mulai dari non-terminal yang paling kanan.
Jika proses derivasi aturan-aturan produksi suatu tata bahasa terhadap suatu masukan menghasilkan lebih dari satu pohon urai maka tata bahasa tersebut dikatakan rancu (ambiguous).
 Proses Analisis Simantik
 
Analisa semantik berperan dalam memeriksa kesalahan yang bersifat semantic. Salah satu peranannya analisa semantic yang penting adalah pemeriksaan tipe variable. Contohnya operator * hanya digunakan untuk operan dengan tipe integer ataupun real. Sedangkan operator and, or, digunakan untuk operand dengan tipe boolean.
Penganalisaan semantik dapat dilakukan dengan dua bentuk notasi yaitu : DBS(Defenisi Berdasarkan Sintaks) dan Skema Translasi.
DBS merupakan tata bahasa dengan himpunan aturan semantic yang akan menentukan struktur sintaks dari suatu masukan, sedangkan Skema Translasi adalah suatu tata bahasa bebas konteks dengan penyisipan suatu bagian program, yang disebut aksi semantik, pada sisi kanan produksi.
Fungsi dari analisa semantik adalah untuk menentukan makna dari serangkaian instruksi yang terdapat dalam program sumber. Untuk mengetahui makna, maka rutin analisa semantik akan memeriksa :
a. Apakah variabel yang ada telah didefenisikan didefenisikan sebelumnya
b. Apakah variabel-variabel tersebut tipenya sama
c. Apakah operan yang akan dioperasikan tersebut ada nilainya dan seterusnya.
Pengecekan yang dilakukan oleh analisa semantik adalah:
Ø Memeriksa pemberlakuan nama-nama yang meliputi Duplikasi (pengecekan apakah sebuah nama terjadi duplikasi) dan Terdefenisi (Pengecekan apakah sebuah nama yang dipakai pada tubuh program sudah terdefenisi atau belum)
Ø Memeriksa tipe disini dilakukan pemeriksaan misal dalam penjumlahan
A+ B = C disini diperiksa apakah A,B dan C bertipe number atau tidak.
Setelah pengecakan dilakukan dan proses analisa semantik akan beraksi maka dibutuhkan tabel simbol. Tabel simbol digunakan untuk pembuatan dan implementasi dari analisa semantik Tabel simbol berfungsi untuk :
v Menyimpan inforamasi tentang :
· Nama variabel dan tipe datanya
· Informasi detail untuk record dan array
· Nama prosedur dan fungsi yang ada
· Jumlah, nama, tipe data dan parameter fungsi/prosedur
· Nama label
· Konstanta dan String
v Membantu memeriksa kebenaran semantic dari source code
v Membantu mempermudah dalam pembuatan intermediate code dan code
generation.

sekian dan terima kasih
READ MORE - TUGAS I (Teknik Kompilasi)